Kamis, 17 Agustus 2017

Dasar Ukur Tanah

TEORI DASAR PENGUKURAN TANAH ( LAND SURVEYING )


PENDAHULUAN

A. Pengukuran tanah dibedakan menjadi :
  1. Pengukuran pada bidang datar, bidang yang dianggap datar adalah bidang yang mempunyai jarak terjauh 55 km (Sutomo Wongsocitro, Ilmu Ukur Tanah )
  2. Pengukuran geodesy, pengukuran yang memperhatikan lengkung permukaan bumi, karena kita tahu bahwa bumi itu berbentuk ellipsoid. Untuk perhitungan pengukuran pada bidang lengkung ini tidak semudah perhitungan pada bidang datar. Pengukuran ini mengunakan system kordinat dan proyeksi peta tertentu.

B. Aplikasi bidang pengukuran
  1. Pengukuran Kadastral : BPN, PBB, Tata Kota ( DPPT DKI ).
  2. Pengukuran untuk pembangunan Basic Data Sistem Informasi Geografi ( S.I.G )
  3. Pembuatan peta rupa bumi : Bakosurtanal, Ditop AD, BPPT , dll.
  4. Rekayasa dan engineering, meliputi: perencanaan suatu kawasan, pembangunan jalan dan jembatan, pembangunan gedung –gedung, pembangunan pabrik – pabrik petro kimia, kilang minyak atau secara umum untuk semua bidang konstruksi
  5. Pengukuran Untuk Explorasi dan Exploitasi Pertambangan.
  6. Pengukuran dasar sungai, danau, laut dan perairan lain yang juga disebut pengukuran Sounding atau Bathymetri, yang digunakan untuk pembuatan pelabuhan laut, alur pelayaran kapal, pembangunan Rige Anjungan minyak lepas, pantaidan jalur pipa gas/minyak bawah laut.
  7. Dan aplikasi pada bidang lain sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan pengguna data survey dan pemetaan.


C. Klasifikasi Jabatan juru ukur tanah yang berlaku di instansi swasta.:
  1. Pembantu juru ukur atau labour, orang yang membantu dalam suatu team pengukuran yang mempunyai atau tidak sama sekali pengetahuan tentang pengukuran misalnya tenaga local ( harian lepas ) yang direkrut dilokasi proyek.
  2. Petugas pemegang rambu ukur, meteran atau target yang disebut juga Chainman; orang yang membantu pengukuran yang mengetahui teory tentang pengukuran, mereka minimal tahu posisi atau detil – detil yang perlu diukur.
  3. Ast. Surveyor, orang yang mempunyai keahlian sebagai juru ukur yang bertugas mengambil data/ layout data dilapangan dan mampu mengunakan alat-alat ukur tanah, missal theodolit, Total station, Waterpas.
  4. Junior Surveyor, Orang yang sudah mampu untuk melaksanakan segala jenis pengukuran dan mampu menggunakan semua alat ukur, mengolah dan menampilkan data ukur dalam bentuk grafik ( gambar ) serta menguasi minimal salah satu program penggambaran ( CAD ). Surveyor juga harus dapat mengarahkan dan membimbing Ast. Surveyor.
  5. Surveyor, kemampuan teknis dan pengalamannya lebih daripada Junior Surveyor
  6. Senior Surveyor, kemampuan teknis dan pengalamannya lebih daripada Surveyor juga harus dapat
  • a)Merencanakan dan mengatur suatu pekerjaan pengukuran,
  • b)Menerapkan metode pengukuran yang efektif dan menerapkan spesifikasi standar pengukuran ( Ketelitian ) sesuai jenis pekerjaan dan lokasi pekerjaan yang dihadapi.
  • c)Mampu mengatasi masalah teknis jika terjadi masalah dalam pengukuran.
  • d)Mampu mengatur masalah teknis dan non teknis dilapangan
  • e)Dapat membuat format-format laporan dan mengontrol kualitas pekerjaan surveyor.
  • f)Mampu membuat laporan akhir suatu pekerjaan pengukuran.

Jumat, 11 Agustus 2017

Biaya Service CVT Mio di Bengkel Resmi Yamaha

Biaya Service Bengkel Resmi Yamaha

Setiap orang ingin memiliki kendaraan pribadi yang enak dikendarai. Khususnya saya pribadi. Saya memiliki motor Mio GT keluaran Yamaha. Tak disangka ternyata motor yang saya miliki tiba tiba akselerasinya tidak lancar setelah dipakai setahun lebih.
Akhirnya saya memutuskan membawa itu motor ke bengkel Resmi Yamaha daerah Jalan Tendean Jakarta Selatan.
Setelah tanya ini itu, diperkirakan akan memakan biaya 550 ribu rupiah untuk semuanya.
Akhirnya saya putuskan untuk segera diperbaiki.
Setelah selang berapa menit kisaran setengah jam motor saya pun selesai diperbaiki. Dan mendapat total tagihan senilai 400.000.

Setelah itu saya coba tuh motor dalam jarak 50 Meter tidak terasa ada getaran akselerasi. Akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan bengkel karena sudah di anggap selesai.
Setelah berapa menit perjalanan menuju lokasi kerjaan saya, tiba tiba tuh motor kerasa lagi akselerasinya tidak lancar. Sehubungan saya sudah diproyek, akhirnya saya putuskan untuk kembali lagi siang nanti setelah istirahat.

Istirahatpun tiba saya memutuskan untuk kembali lagi ke bengkel. Sesampainya dibengkel saya tanya ke bagian pelayanan bengkel.
Saya " Pak tadi pagi motor saya CVT nya di buka dan dicek tidak??? "
Pihak Bengkel " Enggak Mas, ??"

Waduh akhirnya saya sedikit kesal, dikira tuh motor bener udah dibenerin cvtnya...ternyata belum..pantes aja ko cepet amat servicenya.

Akhirnya saya putuskan untuk ganti semua sparepart CVT.
Setelah 1 jam berlalu tuh motor selesai dibenerin. Dan saya coba bagus.
Tagihanpun muncul, total pembayaran untuk biaya service CVT adalah 640.000.
Melongo saya lihat tagihan begitu besar.
Tadi pagi menghabiskan uang 400.000 ditambah sekarang 640.000.

Minggu, 06 Agustus 2017

Setting Theodolite

Theodolite pada dasarnya adalah alat untuk membuat garis tegak lurus dan siku.
Jika melihat lingkaran, maka lingkaran memiliki 360° putaran.
Begitupun Theodilite memiliki sistem putaran 360° sebagai acuan derajat atau titik Nol Awal.
Kegunaan Theodolite sangatlah banyak dan beragam, tergantung kita ingin menggunakannya seperti apa dan dari tujuan mana.
Jika dalam pembangunan gedung biasanya theodolite digunakan untuk mengambil data luas tanah atau lahan bangunan, untuk membuat As Grid, garis Lurus dan garis tegak, sudut dan lain sebagainya.

Adapun langkah yang perlu disiapkan untuk menyetting Theodolite adalah sebagai berikut :
1. Theodolite
2. Tripot/Kaki tumpuan alat
3. Cari posisi area yang efisien untuk tempat berdiri alat

Tahapan Setting :
A. Tempatkan Triport pada area yang telah ditentukan dengan ketinggian triport sesuai Anda
B. Pasangkan Theodolite pada Triport tersebut dan kemudian kunci dengan sekrup triport agar nantinya tidak goyang dan jatuh
C. Atur keseimbangan alat dengan menggunakan 3 kaki triport agar air didalam nivo bulat berada ditengah ataupun mendekati.
D. Atur keseimbangan alat dengan menggunakan 3 sekrup kaki Theodolite dan putar sesuai keinginan agar air nivo kotak berada ditengah. Pertama putar 2 sekrup kaki alat secara bersamaan dan diputar berlawanan arah hingga air dalam nivo kotak berada ditengah. Kemudian putar alat Theodolite 90° sesuai putaran jarum jam. Setelah itu atur dan putar 1 sekrup kaki theodolite yg belum disentuh, putar terus hingga air nivo kotak berada ditengah. Setelah semua air nivo berada ditengah maka alat Theodolite sudah seimbang dan siap digunakan sesuai keinginan.

Semoga bermanfaat artikel ini.
Lain kesempatan akan saya lanjutkan kembali untuk kelanjutan artikel ini.